Asia Tenggara telah menjadi hotspot baru bagi investor. Seiring ekonomi global yang terus tumbuh dari resesi, Asia Tenggara telah menjadi harapan baru bagi pasar global, yang dipimpin oleh lima negara dengan pertumbuhan tercepat – Singapura, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand. Negara-negara Asia Tenggara telah lama memikat investor dari seluruh dunia. Pasar Asia Tenggara adalah tempat yang ideal bagi investor domestik dan asing, yang disebabkan oleh tingkat pertumbuhan yang solid, populasi yang berkembang dan pemerintahan yang kooperatif. Pasar Berkembang Bloomberg menempatkan Thailand di peringkat kedua setelah Cina.

Diperkirakan dalam empat tahun ke depan Thailand akan menjadi salah satu pasar pemula bagi investor. Berinvestasi di Thailand ETF dapat menghasilkan keuntungan yang sangat besar. Sejumlah besar uang telah diinvestasikan oleh Pemerintah Thailand dalam program tahan banjir di masa mendatang. Hal itu dilakukan untuk menjaga infrastruktur negara yang berperan penting dalam menarik investasi besar dari perusahaan-perusahaan paling inovatif di dunia. Thailand telah mempertahankan reputasi sebagai negara yang stabil secara politik. Laporan Badan Investasi Thailand menyebutkan bahwa meski dilanda berbagai bencana alam seperti banjir, investasi global di Thailand meningkat 92%.

Salah satu Negara Asia yang sering luput dari perhatian investor adalah negara pulau kecil Singapura. The Economist memprediksikan bahwa laju pertumbuhan ekonomi Singapura akan meningkat menjadi 4,3% pada tahun 2013. Dengan demikian, Singapura merupakan negara dengan perekonomian terkuat di dunia. Dengan PDB Per Kapita lebih dari $ 59.000, Singapura telah menjadi salah satu negara terkaya di dunia. Dengan demikian, laporan terkini menyatakan bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk berinvestasi di ETF Singapura. Singapura telah menjadi favorit investor, dan telah membuat nama besar untuk dirinya sendiri karena berbagai keuntungan, seperti lokasi yang prima dan pekerja muda yang berpendidikan tinggi.

Faktor pertumbuhan juga menjadi tanggung jawab pemerintah Singapura karena negaranya menduduki peringkat pertama dalam berbagai kompetisi. Selain itu, negara juga muncul dengan ide-ide baru untuk mencoba usaha baru selain di bidang manufaktur, transportasi dan pariwisata. Di Singapura, pengangguran di bawah 2,5% sementara orang-orang yang berada di bawah garis kemiskinan dapat berubah tergantung pada berbagai faktor. Oleh karena itu, jelas bahwa negara ini dalam keadaan cukup baik dan memiliki masa depan yang cerah.

Dengan demikian, ekuitas ETF Asia Tenggara lebih masuk akal daripada banyak ekuitas pasar berkembang. Negara-negara Asia Tenggara seperti, Singapura, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand dan Vietnam memiliki produk domestik bruto (PDB) yang hampir setara dengan negara-negara kuat ekonomi lainnya seperti Jepang dan China. Negara-negara ini juga agak resisten terhadap risiko, namun ada beberapa risiko yang perlu dihindari seperti risiko likuiditas, masalah geopolitik, dan masalah mata uang, yang dapat berdampak buruk bagi Kawasan Asia Tenggara. Namun, kelebihannya adalah dengan adanya ETF ASEAN dan implementasi MEA di indonesia, investor dapat memantau pasar yang berkinerja tinggi karena pendekatannya yang fleksibel dalam hal perdagangan. Berinvestasi di Asia Tenggara untuk membangun eksposur di pasar negara berkembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *